Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan Kerajaan Majapahit – Halo semuanya, hari ini Mundosteampunk akan membahas salah satu kerajaan yang memiliki pengaruh terbesar di Indonesia bahkan negara tetangga, yaitu adalah Kerajaan Majapahit. Ada banyak candi peninggalan kerajaan Majapahit yang tersebar di Indonesia, selain itu juga ada peninggalan lainnya seperti prasasti dan kitab. Berikut ini kita akan bahas mengenai sejarah, candi, prasasti, dan kitab.

Sejarah Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan Hindu Budha yang ada di Jawa Timur pada abad 12 sampai 15, kerajaan ini memiliki wilayah yang sangat luas pada masanya. Kerajaan ini mencapai puncak kekuasaannya di masa Raja Hayam Wuruk sekitar tahun 1350 sampai 1389. Wilayah Kerajaan Majapahit sangat luas jika dibanding kerajaan-kerajaan lainnya yang pernah ada dan berdiri di Indonesia, wilayahnya terdiri dari mulai Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, sampai ke Indonesia Timur.

Sebetulnya pada masa sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit, ada Kerajaan Singasari yang merupakan salah satu kerajaan terkuat, namun ia hanya menguasai pulau jawa. Kerajaan ini berdiri sekitar tahun 1293 Masehi yang memiliki pusat di Mojokerto, Jawa Timur. Raja pertama yang memimpin Kerajaan Majapahit adalah Raden Wijaya. Kerajaan Majapahit berjaya di masa Raja Hayam Wuruk sekitar tahun 1350 hingga 1389 yang dibantu oleh Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa nya. Masa keruntuhan Kerajaan Majapahit terjadi sekitar tahun 1527 Masehi, namun peninggalan-peninggalannya masih ada yang tersimpan dan terawat rapih.

Untuk lebih jelasnya mengenai apa saja peninggalan Kerajaan Majapahit, berikut ini adalah penjelasannya.

Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Ada banyak candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang tersebar di Indonesia, contohnya adalah Candi Jabung, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, dan lainnya.

1. Candi Jabung

Sesuai dengan namanya, Candi Jabung berada di Jabung, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. Sekitar tahun 1359 Hayam Wuruk juga pernah mampir ke candi tersebut. Candi ini merupakan candi bercorak Hindu.

Candi Jabung diperkirakan telah selesai dibuat pada tahun 1354 Masehi, struktur dari bangunannya berukuran 35 x 40 meter yang memiliki 2 bangunan yang besar dan kecil, tinggi Candi Jabung adalah 16,2 meter. Di sekitar Candi Jabung juga ada bangunan lainnya yang disebut, candi sudut dan candi menara.

2. Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu berada di pusat pemerintahan Majapahit, yaitu Desa Temon, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Candi ini juga disebut sebagai gapura yang telah dibangun sejak 1400 Masehi. Pada masa itu candi ini merupakan pintu masuk ke tempat suci.

Struktur bangunan Candi Bajang Ratu memiliki kaki, badan, dan atap dengan bentuk segi empat yang berukuran 11 x 10 meter dengan tinggi 16 meter. Di bagian kaki candi ini ada relief yang bernama Sri Tanjung.

3. Candi Tikus

Candi Tikus terletak di Beijong, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Sebenarnya nama dari candi ini diambil karena candi ini ditemukan di bawah tanah dan ketika digali banyak tikus yang bersarang disana. Candi Tikus ditemukan di tahun 1914 dan telah dipugar di tahun 1984 – 1985 dan diperkirakan telah dibuat sejak 1300-1400 Masehi. Struktur bangunan dari Candi Tikus memiliki ukuran segi empat dengan panjang 3,5 meter, lebar 2 meter, serta kedalaman 1,5 meter.

4. Candi Sukuh

Candi Sukuh ditemukan di Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini telah ada sejak abad 14 sekitar tahun 1437 Masehi yang memiliki corak Hindu. Di Candi Sukuh terdapat banyak relief seperti Lingga dan Yoni. Candi ini berhasil ditemukan oleh Johnson di tahun 1815 atas perintah dari Thomas Stanford Raffles dan terdapat di bukunya yang berjudul The History of Java.

5. Candi Pari

Candi Pari merupakan candi yang dibangun sejak tahun 1371 Masehi dan ditemukan di Pari, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Struktur bangunan dari Candi Pari berukuran segi empat dengan bahan dasar batu bata Bali, candi ini dibuat pada masa Hayam Wuruk untuk mengenang kehilangan ading angkat putra Prabu Brawijaya yang tidak ingin tinggal di Keraton Kerajaan Majapahit. Dari segi arsitekturnya, candi ini memiliki kemiripan dengan aristektur yang ada di Vietnam, para sejarawan memperkirakan dibangunnya candi ini terpengaruh karena kedekatan Kerajaan Majapahit dengan Vietnam untuk memajukan perekonomian.

Sebenarnya masih ada candi peninggalan Kerajaan Majapahit lainnya, seperti:

  • Candi Brahu
  • Candi Wringin Lawang
  • Candi Surawana
  • Candi Ceto
  • Candi Wringin Branjang
  • Candi Minak Jinggo
  • Candi Kedaton
  • Candi Jolotundo
  • Candi Grinting
  • Candi Gentong

Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit

Selain Candi, pada masa Kerajaan Majapahit terdapat banyak kitab yang dibuat, seperti Kitab Sutasoma, Kitab Negarakertagama, Kitab Arjunawiwaha, dan masih banyak kitab peninggalan Majapahit lainnya.

1. Kitab Sutasoma

Kitab Sutasoma merupakan kitab yang sering dibahas pada pelajaran sekolah karena sangat terkenal akibat diambilnya semboyan NKRI dari kitab ini, yaitu Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrawa.

Kitab Sutasoma dibuat oleh Empu Tantular yang berisi perjalanan seorang anak raja yang bernama Sutasoma yang keluar dari kerajaan untuk mendalami agama Buddha dan menjadi pendeta Buddha.

2. Kitab Negarakertagama

Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit selanjutnya adalah kitab yang dibuat di tahun 1365 Masehi oleh Empu Prapanca. Kitab Negarakertagama berisi tentang raja-raja kerajaan yang ada di Nusantara, candi-candi yang berkaitan dengan kehidupan dan agama serta upacara-upacaranya.

3. Kitab Arjunawiwaha

Selain Kitab Sutasoma, Empu Tantular juga mengarang Kitab Arjuna Wiwaha yang berisi cerita tentang kalah dan tunduknya raja raksasa oleh Arjunasasrabahu.

4. Kitab Sundayana

Kitab Sundayana merupakan kitab yang menceritakan kisah pada saat Hayam Wuruk, Dyah Pitaloka, dan putri Sri Baduga Maharaja salah paham dengan Gajah Mada, sehingga terjadilah peperangan antara Kerajaan Majpahit dan Kerajaan Padjajaran Sunda, yang dimenangkan oleh Kerajaan Majapahit.

5. Kitab Calon Arang

Kitab Calon Arang merupakan kitab yang mengisahkan penyihir yang bernama Calon Arang mempunyai gadis cantik namun tidak laku-laku, sehingga ia kesal dan menyebarkan penyakit, pada saat itu yang memimpin adalah raja Airlangga dan marah melihat aksi Calon Arang yang menyebarkan penyakit, sehingga menyuruh Empu Baradha untuk menghentikannya dengan cara dibunuh.

Masih ada kitab peninggalan Majapahit lainnya, seperti berikut ini:

  • Kitab Kunjakarna
  • Kitab Kutaramanawa
  • Kitab Pararaton
  • Kitab Parthayajna
  • Kitab Ronggolawe
  • Kitab Panjiwijayakarma
  • Kitab Sorandakan
  • Kitab Usana Bali
  • Kitab Usana Jawa
  • Kitab Tantu Panggelaran

Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

  1. Prasasti Kamban
  2. Prasati Alasantan
  3. Prasasti Maribong
  4. Prasasti Hara-Hara
  5. Prasasti Kudadu
  6. Prasasti Wurare
  7. Prasasti Butulan
  8. Prasasti Sukamerta
  9. Prasasti Canggu
  10. Prasasti Balawi
  11. Prasasti Biluluk 1
  12. Prasasti Biluluk 2
  13. Prasasti Biluluk 3
  14. Prasasti Katiden
  15. Prasasti Karang Bogem
  16. Prasasti Marahi Manuk
  17. Prasasti Lumpang
  18. Prasasti Waringin Pitu
  19. Prasasti Parung

Itu dia daftar candi, kitab, dan prasasti peninggalan Kerajaan Majapahit, semoga dapat bermanfaat bagi Anda.

Anda mungkin juga suka...